headerphoto

Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung

Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung mulai menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu pada  21 Juni 2003 bersamaan dengan pelantikan dan pengangkatan sumpah jabatan. Sebelumnya  telah terbentuk sekretariat KPU Kota Bandung yang berisikan Sekretaris, Para Kasubag, para staff pelaksana dan perangkatnya pada bulan Maret 2003, untuk mempersiapkan keberadaan lembaga baru ini. Lima Anggota KPU Kota Bandung diseleksi dari 563 pelamar melalui tahapan  proses seleksi administrasi, psikotest dan wawancara, dimana dipilih 10 nama nominatif yang kemudian diseleksi melalui tahap “fit and profer test” oleh KPU Provinsi Jawa Barat untuk menetapkan 5 anggota terpilih sesuai dengan ketentuan Undang-undang.

Pemilu tahun 2004 di Kota Bandung berhasil dilaksanakan dengan sukses  hal ini diukur dari terlaksananya secara baik setiap tahapan, program dan jadwal, dinamika dan partisipasi warga yang antusias dan kondusifitas Kota Bandung selama berjalannya Pemilu. Dinamika penyelenggaraan Pemilu di Kota Bandung dapat dilihat dari besar dan luasnya liputan media massa terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kota Bandung, baik yang dilakukan oleh KPU Kota Bandung dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi dan penyelenggaraan lainnya, peserta Pemilu (Partai Politik, Calon Anggota DPR/DPD/DPRD dan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden), dan partisipasi warga baik secara organisasional maupun non organisasional. Kota Bandung merupakan pintu gerbang bagi dinamika politik regional dan nasional,  karena merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah terbesar jumlah pemilihnya di Indonesia.


Tingkat partisipasi pemilih selama tiga kali pelaksanaan pemilihan  cukup besar yaitu 82% pada Pemilu Legislatif (DPR/DPD/DPRD) 5 April 2004, 81% pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Putaran Pertama dan 80,32% pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Putaran Kedua. Tingkat partisipasi warga kota yang tinggi ini tidak terlepas dari antusiasme warga  dalam menyambut  era demokrasi “pemilihan langsung” dan  kerja keras semua stakeholder untuk melakukan “kerja demokrasi”. Hasil Pemilu 2004 secara local, regional dan nasional telah diakui baik secara nasional maupun internasional sebagai pemilu demokratis dengan tingkat kerumitan penyelenggaraan dan waktu yang terbatas yang berhasil dilakukan secara “Damai dan Demokratis”. Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk besar  saat ini diakui sebagai negara demokrasi yang menjadi contoh bagi dunia.

 

dot Anggota KPU Kota Bandung Periode 2008-2013